the next generation of racing equipment
whatever you feel get everything here...
check it out...
Karbu Vakum
Bore Up dan Harian
Kopling yamaha jiputer 115Z
Drag Bike Blora
HUJAN = KACAU SETINGAN
Cuaca yang berubah-ubah, jadi masalah bagi pembalap dan mekanik drag bike. Mereka putar otak dari cerah, eh tiba-tiba hujan. Setelah itu, kembali panas dan selanjutnya gerimis...
Begitu drag bike di Jl. Pemuda, Blora, Jawa Tengah (24/10). Tepatnya pada gelaran Drag Bike Mustika Cup 2010. Ini event pertama di Blora dan jadi hiburan bagi warga sekitarnya. Acara dikemas Ghaduro Sport Club (GSC) yang diikuti 290-an starter...
Penonton juga numpuk di sepanjang lintasan 201 meter. “Mengingat ada event drag bike lain, starter bisa lebih dari 200 sudah termasuk bagus,” buka Bambang Gadu dari GSC, sembari bilang meski hujan, balap tetap start.
Menurut panitia lagi, lihat lintasan masih dalam batas aman. Termasuk untuk penonton. Buktinya, jadwal race bisa berjalan terus sehingga tidak molor sampai malam. Juga tidak terjadi apa-apa. Yang ada saling gas mencapai finish. Hebat, ya.
Memang, konsekuensinya catatan waktu yang didapat pembalap merosot. Itu karena pacuan kerap sliding. Padahal, “Tekanan sudah diturunkan. Setingan karburator kita bikin sedikit kering. Selebihnya pembalap yang ambil peran,” terang Solikhin mekanik dari M2 Sotech, Semarang, Jawa Tengah.
Tujuan menurunkan tekanan ban, agar kontak permukaan ban dengan aspal lebih besar. Sehingga cengkeraman ban ke aspal makin banyak. Ban juga jadi lembek. Juga cepat panas mendapatkan traksi. Bukan terasi buat sate Blora, yahahahaha...
So, sliding sedikit masih bisa diminimalkan. “Ketika start dibuat lembut. Setelah berjalan beberapa meter, baru kita buka penuh” jelas Agung Firmansyah alias Agung Unyil, dragbiker tim HMS Technology dari Sidoarjo, Jawa Timur.
HASIL LOMBA
Matik s/d 200cc
1. Andi Gandos (80) Sidoarjo Arjuna 08.467
2. F Tumi (16) Surabaya Nacha bike 08.493
3. Agung Unyil (60) Sidoarjo Nacha bike 08.495
Bebek Tune-Up 4-Tak 200 cc
1. David Kancil (63) Kediri Jepang AGP Soleh 08.304
2. Andi Gandos (80) Sidoarjo Jepang AGP Soleh 08.323
3. Agung Unyil (60) Sidoarjo Sotech Speed 08.453
Campuran 4-Tak 250 cc
1. Agung Unyil (60) Sidoarjo Sotech 08.393
2. VP Mbotet (88) Jogja CRJ To Toyenk 08.846
3. Bogie Bogel (126) Blora DS Tech 09.024
Bebek Tune-Up 4-Tak 125 cc
1. Andi Gandos (80) Sidoarjo Arjuna 08.839
2. David Kancil (63) Kediri Arjuna 08.871
3. VP Mbotet (88) Jogja PM Xeoxs Geboy 08.961
Bebek Tune-Up 2-Tak 125 cc
1. David Kancil (63) Kediri Galaxy Ams
2. Adi Plentis (10) Trenggalek Galaxy Ams
3. Andi Gandos (80) Sidoarjo Am Speed
Cuaca yang berubah-ubah, jadi masalah bagi pembalap dan mekanik drag bike. Mereka putar otak dari cerah, eh tiba-tiba hujan. Setelah itu, kembali panas dan selanjutnya gerimis...
Begitu drag bike di Jl. Pemuda, Blora, Jawa Tengah (24/10). Tepatnya pada gelaran Drag Bike Mustika Cup 2010. Ini event pertama di Blora dan jadi hiburan bagi warga sekitarnya. Acara dikemas Ghaduro Sport Club (GSC) yang diikuti 290-an starter...
Penonton juga numpuk di sepanjang lintasan 201 meter. “Mengingat ada event drag bike lain, starter bisa lebih dari 200 sudah termasuk bagus,” buka Bambang Gadu dari GSC, sembari bilang meski hujan, balap tetap start.
Menurut panitia lagi, lihat lintasan masih dalam batas aman. Termasuk untuk penonton. Buktinya, jadwal race bisa berjalan terus sehingga tidak molor sampai malam. Juga tidak terjadi apa-apa. Yang ada saling gas mencapai finish. Hebat, ya.
Memang, konsekuensinya catatan waktu yang didapat pembalap merosot. Itu karena pacuan kerap sliding. Padahal, “Tekanan sudah diturunkan. Setingan karburator kita bikin sedikit kering. Selebihnya pembalap yang ambil peran,” terang Solikhin mekanik dari M2 Sotech, Semarang, Jawa Tengah.
Tujuan menurunkan tekanan ban, agar kontak permukaan ban dengan aspal lebih besar. Sehingga cengkeraman ban ke aspal makin banyak. Ban juga jadi lembek. Juga cepat panas mendapatkan traksi. Bukan terasi buat sate Blora, yahahahaha...
So, sliding sedikit masih bisa diminimalkan. “Ketika start dibuat lembut. Setelah berjalan beberapa meter, baru kita buka penuh” jelas Agung Firmansyah alias Agung Unyil, dragbiker tim HMS Technology dari Sidoarjo, Jawa Timur.
HASIL LOMBA
Matik s/d 200cc
1. Andi Gandos (80) Sidoarjo Arjuna 08.467
2. F Tumi (16) Surabaya Nacha bike 08.493
3. Agung Unyil (60) Sidoarjo Nacha bike 08.495
Bebek Tune-Up 4-Tak 200 cc
1. David Kancil (63) Kediri Jepang AGP Soleh 08.304
2. Andi Gandos (80) Sidoarjo Jepang AGP Soleh 08.323
3. Agung Unyil (60) Sidoarjo Sotech Speed 08.453
Campuran 4-Tak 250 cc
1. Agung Unyil (60) Sidoarjo Sotech 08.393
2. VP Mbotet (88) Jogja CRJ To Toyenk 08.846
3. Bogie Bogel (126) Blora DS Tech 09.024
Bebek Tune-Up 4-Tak 125 cc
1. Andi Gandos (80) Sidoarjo Arjuna 08.839
2. David Kancil (63) Kediri Arjuna 08.871
3. VP Mbotet (88) Jogja PM Xeoxs Geboy 08.961
Bebek Tune-Up 2-Tak 125 cc
1. David Kancil (63) Kediri Galaxy Ams
2. Adi Plentis (10) Trenggalek Galaxy Ams
3. Andi Gandos (80) Sidoarjo Am Speed
Upgrade Performa Honda Scoopy, Bikin Happy!
Naik Scoopy pasti happy!” gitu penggalan kalimat iklan Honda Scoopy. Tapi apa benar, naik skutik retro modern ini dijamin happy? “Tampilan emang keren, tapi saya belum happy karena kurang kencang, hehe,”
Menurut pengguna skutik berkapasitas 110 cc itu, kendati tampilan retro, dia ingin tunggangannya tetap bisa lari kencang. “Maklum hobi ngebut, nih,”
Maka dari itu, belum lama mengisi garasi rumah, Scoopy langsung digiring ke bengkel korek.
Nah, setelah dioprek-oprek proyek ini hasilnya tak mengecewakan. “Akselerasi jadi jauh lebih responsif dibanding standarnya,”
Sedang sesuai pengukuran dynotest milik Ultra Speed di kawasan Haji Mencong, diperoleh data tenaga jadi 13,53 dk/9.050 rpm, sedang torsi 10,72 Nm/8.900 rpm. Sedang klaim pabrikan standarnya hanya 8,28 dk/8.000 rpm, torsi 0,85 kgf.m/5.500 rpm atau 8,34 Nm/5.500 rpm (1 kgf.m = 9,80665 Nm). Ini hasil lengkapnya!
Blok Silinder
Demi menaikkan kapasitas mesin, pilihannya pakai piston berdiameter 56,5 milik Kawasaki Blitz Joy oversize 50. Pemasangan harus mengganti boring bawaan motor. Boring baru berdiameter luar hingga 61,5 mm. Agar bisa masuk, mulut crankcase dibubut 2 mm.
Meski boring demikian besar, ketebalan liner masih berkisar 2,5 mm, artinya masih aman jika dijejali piston 57,5 mm. “Boring-nya pakai yang bagus dan dibikin tebal, agar aman dipakai harian,”
Kepala Silinder
Menyesuaikan piston yang membengkak, klep pun dibesarkan agar pasokan bahan bakar mencukupi. “Klep in jadi 29 dan out 24 mm,” Klep dipilih yang berlabel EE. Pemasangan dipasrahkan pada tukang bubut.
Lalu saluran masuk-buang ikut disentuh mata tuner. Bertujuan menghilangkan kulit jeruk sehingga aliran makin lancar.
Noken As
Pengatur buka-tutup klep ini juga diatur ulang. Durasi dan lift dibesarkan dari standarnya.
Pengapian
Tak mengalami ubahan apapun, masih tetap standar. “Sementara itu dulu, nanti kalau masih kurang happy baru di-upgrade,”
Menurut pengguna skutik berkapasitas 110 cc itu, kendati tampilan retro, dia ingin tunggangannya tetap bisa lari kencang. “Maklum hobi ngebut, nih,”
Maka dari itu, belum lama mengisi garasi rumah, Scoopy langsung digiring ke bengkel korek.
Piston 56,5 mm milik BLitz Joy oversize 50 terpasang pada silinder yang booring-nya diganti | |
kepala silinder pakai klep 29 dan 24 mm juga di polish | Knalpot tampang standar, padahal sudah di bobok |
Nah, setelah dioprek-oprek proyek ini hasilnya tak mengecewakan. “Akselerasi jadi jauh lebih responsif dibanding standarnya,”
Sedang sesuai pengukuran dynotest milik Ultra Speed di kawasan Haji Mencong, diperoleh data tenaga jadi 13,53 dk/9.050 rpm, sedang torsi 10,72 Nm/8.900 rpm. Sedang klaim pabrikan standarnya hanya 8,28 dk/8.000 rpm, torsi 0,85 kgf.m/5.500 rpm atau 8,34 Nm/5.500 rpm (1 kgf.m = 9,80665 Nm). Ini hasil lengkapnya!
Blok Silinder
Demi menaikkan kapasitas mesin, pilihannya pakai piston berdiameter 56,5 milik Kawasaki Blitz Joy oversize 50. Pemasangan harus mengganti boring bawaan motor. Boring baru berdiameter luar hingga 61,5 mm. Agar bisa masuk, mulut crankcase dibubut 2 mm.
Meski boring demikian besar, ketebalan liner masih berkisar 2,5 mm, artinya masih aman jika dijejali piston 57,5 mm. “Boring-nya pakai yang bagus dan dibikin tebal, agar aman dipakai harian,”
Kepala Silinder
Menyesuaikan piston yang membengkak, klep pun dibesarkan agar pasokan bahan bakar mencukupi. “Klep in jadi 29 dan out 24 mm,” Klep dipilih yang berlabel EE. Pemasangan dipasrahkan pada tukang bubut.
Lalu saluran masuk-buang ikut disentuh mata tuner. Bertujuan menghilangkan kulit jeruk sehingga aliran makin lancar.
Noken As
Pengatur buka-tutup klep ini juga diatur ulang. Durasi dan lift dibesarkan dari standarnya.
Knalpot
Sekilas terlihat standar. Namun jangan salah, bagian leher telah dibesarkan, dan silencer-nya juga sudah dibobok. Pantas jika digas suaranya cukup nyaring.
Karburtor
Penyuplai bahan bakar dan udara tetap menggunakan bawaan motor, hanya saja agar pembakaran ideal spuyer diatur ulang. “Pilot jet naik satu step jadi 40, sedang main jet dua step jadi 102,”
Sekilas terlihat standar. Namun jangan salah, bagian leher telah dibesarkan, dan silencer-nya juga sudah dibobok. Pantas jika digas suaranya cukup nyaring.
Karburtor
Penyuplai bahan bakar dan udara tetap menggunakan bawaan motor, hanya saja agar pembakaran ideal spuyer diatur ulang. “Pilot jet naik satu step jadi 40, sedang main jet dua step jadi 102,”
Pengapian
Tak mengalami ubahan apapun, masih tetap standar. “Sementara itu dulu, nanti kalau masih kurang happy baru di-upgrade,”
Part dan jasa | |||
Ganti boring | 240.000 | ||
Piston dan ring | 00 | ||
Ubah kepala silinder | 60.000 | ||
Bobok knalpot | 45.000 | ||
Bubut noken as | 45.000 | ||
Total | 880.000 | ||
Data performa | |||
standar* | Upgrade** | Kenaikan | |
Tenaga | 8,28 dk / 8.000 rpm | 13,53 dk / 9.050 rpm | 5,25 dk |
Torsi | 8,34 nm / 5.500 rpm | 10,72 nm / 8.900 rpm | 2,38 nm |
AFM racing | --->>> | 082133140100 |
CVT Honda Beat Bunyi Klotok-Klotok?
Namanya motor apapun, dipakai tiap hari, pasti komponennya akan mengalami keausan dan kerusakan. Kalau sudah begitu, tak heran bila kemudian hari mulai menimbulkan beberapa keluhan. Misal suara berisik ataupun suara-suara lain yang kurang mengenakkan.
Seperti dialami raditt, pada Honda BeAT 2008 tunggangannya. “Awal keluar dari dealer, tidak ada masalah. Nah setelah sekitar 1,5 tahun saya pakai, muncul suara berisik; krotok..krotok.. dari dalam CVT. Wah, kenapa ya? Dia mencoba mengganti roller-nya, karena dipastikan roller sudah aus/peyang,”
Setelah CVT dibongkar, roller peyang dan emang sudah kudu diganti. Tapi setelah diganti, ternyata suara tersebut masih ada. “Emang sih, kali ini enggak sekeras sebelum ganti roller. Hanya terdengar saat motor berhenti/stasioner. Meskipun suaranya agak pelan, tapi bikin tidak nyaman aja,” tutur warga Trembul rejo ini...
Berhubung kerja peranti ini buka tutup atau bergeser keluar masuk seiring putaran mesin, gesekan tersebut mengakibatkan terjadinya keausan (gbr.2).
Nah, kalo di dealer maupun toko onderdil masih susah nyari pengganti karet ini (gbr.3), afm ambil solusi mengganjal celah tersebut dengan slang aki. “Meskipun karet itu diganti baru, kalau rumah roller tidak sekalian diganti, kemungkinan suara berisik masih ada. Karena alur untuk lewat karet tersebut masih tetap aus,”
Mau tahu cara mengganjalnya? Gampang, kok! “Siapkan slang aki yang masih baru/lentur. Kemudian potong bagian ujungnya, kurang lebih 1 cm. Lanjutkan membelah bagian tengahnya pakai gunting atau alat lain (gbr.4). Kalau sudah, tinggal memasukkan potongan slang tersebut ke bagian celah/rongga yang aus (gbr.5),”
“Memang benar! Setelah ketiga celah yang bersinggungan/bergesekan antara karet dan alurnya diganjal slang, suara krotok-krotoknya langsung hilang,”
Post from my iPhone 3G®
powered by afmmuliajayaracing24
Seperti dialami raditt, pada Honda BeAT 2008 tunggangannya. “Awal keluar dari dealer, tidak ada masalah. Nah setelah sekitar 1,5 tahun saya pakai, muncul suara berisik; krotok..krotok.. dari dalam CVT. Wah, kenapa ya? Dia mencoba mengganti roller-nya, karena dipastikan roller sudah aus/peyang,”
Setelah CVT dibongkar, roller peyang dan emang sudah kudu diganti. Tapi setelah diganti, ternyata suara tersebut masih ada. “Emang sih, kali ini enggak sekeras sebelum ganti roller. Hanya terdengar saat motor berhenti/stasioner. Meskipun suaranya agak pelan, tapi bikin tidak nyaman aja,” tutur warga Trembul rejo ini...
Untuk atasi hal itu. “Kalau kasusnya seperti ini, dipastikan karet pada tutup roller beserta dudukannya sudah aus. Sehingga ada celah/rongga yang agak besar (gbr.1),”
Berhubung kerja peranti ini buka tutup atau bergeser keluar masuk seiring putaran mesin, gesekan tersebut mengakibatkan terjadinya keausan (gbr.2).
Nah kalau rongganya semakin besar, otomatis suara krotok-krotok juga makin keras berasal dari part yang berongga ini. Biar suaranya hilang, harus ganti ke-3 karet tersebut.”
Gbr 2 | Gbr 3 |
Gbr 4 | Gbr 5 |
Nah, kalo di dealer maupun toko onderdil masih susah nyari pengganti karet ini (gbr.3), afm ambil solusi mengganjal celah tersebut dengan slang aki. “Meskipun karet itu diganti baru, kalau rumah roller tidak sekalian diganti, kemungkinan suara berisik masih ada. Karena alur untuk lewat karet tersebut masih tetap aus,”
Mau tahu cara mengganjalnya? Gampang, kok! “Siapkan slang aki yang masih baru/lentur. Kemudian potong bagian ujungnya, kurang lebih 1 cm. Lanjutkan membelah bagian tengahnya pakai gunting atau alat lain (gbr.4). Kalau sudah, tinggal memasukkan potongan slang tersebut ke bagian celah/rongga yang aus (gbr.5),”
“Memang benar! Setelah ketiga celah yang bersinggungan/bergesekan antara karet dan alurnya diganjal slang, suara krotok-krotoknya langsung hilang,”
Post from my iPhone 3G®
powered by afmmuliajayaracing24
David Kancil tercepat di Drag Bike Purwodadi
|
Pembalap nasional dari Malang, David Kancil, mejuarai kelas bergengsi Campuran 4Tak 250 cc dalam kejuaraan adu cepat Drag Bike Sukun 2010 di jalur lurus Alun-Alun Purwodadi, Minggu (26/9). |
Selain mempimpin di kelas 4Tak 250cc dengan catatan waktu tercepat 07.890 detik, David Kancil juga tampil memikat dengan bertengger di posisi pertama di kelas Bebek TU 4 Tak 115cc dan di kelas Bebek Std 2Tak 115cc. Sementara pembalap nasional lainnya, Eko Kodok dari Anugerah, Semarang berhasil keluar sebagai juara pertama di kelas Satria FU 150cc dengan catatan waktu, 08.472 detik. Tidak hanya itu, Eko juga tampil gemilang di kelas Sport 2Tak 140 cc dan di kelas Bebek TU 4 Tak 125 cc. Selain kelas bergengsi campuran 250cc, panitia juga menggelar kelas bergengsi lainnya free for all matic 200cc. Akibat hujan deras yang mengguyur arena balap, panitia memutuskan menentukan juara berdasar catatan waktu tercepat saat babak penyisihan. Minat pembalap yang beradu cepat dalam Drag Bike Sukun 2010 di jalur lurus Alun-Alun Purwodadi, Minggu (26/9) cukup menggembirakan. Dari semula hanya 250 starter namun begitu memasuki lomba, ada 300 starter yang tampil beradu cepat. Menurut Ketua Panitia Pelaksana dari Gadhuro Sport Club, Bambang Gadhu, 300 starter tersebut beradu cepat dalam 12 kelas yang dilombakan di kejuaraan Drag Bike tersebut... |
Mudik dengan Motor Matic?????
Mudik paling irit dan asik memang menggunakan sepeda motor, tapi kalau mudik pakai motor Matic ? kenapa tidak!?. Anggapan masyarakat awam, motor matic kurang cocok untuk dipakai jarak jauh, alias hanya untuk didalam kota saja. Ah siapa bilang ?!…
sudah banyak yang menggunakan motor matic untuk mengunjungi daerah-daerah yang masih sejuk, terlebih dataran tinggi dan pegunungan. Demikian pula dengan acara mudik, tiap bulan saya melakukan perjalakan lebih kurang 150 Kilometer untuk menemui orang tua saya, lebih hemat dan cepat. Menempuh 150 Kilometer memerlukan waktu 2,5 jam dan bensin sekitar 2-3 liter.
Hobi atau kesukaan memang sulit dimengerti, ada mobil kok lebih milih motor? begitu kata kebanyakan orang.
Bila mudik kali ini Anda telah memutuskan untuk menggunakan motor matic, ada baiknya Anda mengecek ulang keadaan motor matic Anda. Tentunya bila terjadi kendala diperjalanan, motor matic ini relatif masih sulit ditemukan bengkelnya kecuali di bengkel khusus seperti kita,hahaha (padune promosi)....
Bila Anda belum berpengalaman saya sarankan untuk membawanya ke bengkel untuk melakukan pengecekan, berikut adalah checklist yang mungkin dapat bermanfaat bagi Anda.
CVT
CVT adalah bagian yang paling penting mendapat perhatian, Cek Drive Belt apakah masih bagus atau tidak, kalau sudah mulai retak-retak, sebaiknya diganti, rata-rata belt akan mengalami keretakan pada 15000-20000 kilo, tergantung pemakaian. Kemudian cek roller, bila telah aus atau tidak bulat lagi, sebaiknya diganti. Kopling dan pegas kopling, cek apakah bantalan kampas masih tebal atau tidak, kalau sudah menipis sebaiknya diganti, kampas yang tipis dapat menyebabkan slip, akibatnya CVT akan lebih panas, dan tenaga akan berkurang terlebih bila melalui tanjakan.
Rem
Rem depan dan belakang harus dalam keadaan prima, jangan sekali-kali nekat berkendara dengan kondisi rem blong atau kurang baik, karena sangat-sangat berbahaya. Mesin matic memiliki engine break yang sangat kecil, jadi peranan rem (Depan dan belakang) sangat vital.
Saringan Udara dan Karburator
Bersihkan saringan udara, untuk karburator, cukup disemprot menggunakan Carburator Cleaner.
Klep
Atur ulang kerenggangan klep mengacu pada manual masing-masing motor matic. Jangan terlalu renggang dan jangan terlalu rapat.
Oli
Bila oli telah mendekati waktu penggantian, sebaiknya ganti segera oli. Pergunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi.
Pelumasan
Lumai bagian-bagian yang memerlukan pelumasan seperti pangkal tuas rem, standard, footstep, dll. Pergunakan pelumasan yang mengandung silicon seperti (WD 40, AP 75,ahrs multi care)
Aksesoris
Jangan anggap enteng aksesoris keselamatan seperti spion, Lampu Instrumen (lampu besar, sein, rem) harus berfungsi dengan baik....
Safety adalah yang utama, hormati sesama pengguna jalan, santai & jaga selalu kesehatan....
Kami segenap crew afm mulia jaya mengucapkan selamat HARI RAYA IDUL FITRI 1431H minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir & batin...
sudah banyak yang menggunakan motor matic untuk mengunjungi daerah-daerah yang masih sejuk, terlebih dataran tinggi dan pegunungan. Demikian pula dengan acara mudik, tiap bulan saya melakukan perjalakan lebih kurang 150 Kilometer untuk menemui orang tua saya, lebih hemat dan cepat. Menempuh 150 Kilometer memerlukan waktu 2,5 jam dan bensin sekitar 2-3 liter.
Hobi atau kesukaan memang sulit dimengerti, ada mobil kok lebih milih motor? begitu kata kebanyakan orang.
Bila mudik kali ini Anda telah memutuskan untuk menggunakan motor matic, ada baiknya Anda mengecek ulang keadaan motor matic Anda. Tentunya bila terjadi kendala diperjalanan, motor matic ini relatif masih sulit ditemukan bengkelnya kecuali di bengkel khusus seperti kita,hahaha (padune promosi)....
Bila Anda belum berpengalaman saya sarankan untuk membawanya ke bengkel untuk melakukan pengecekan, berikut adalah checklist yang mungkin dapat bermanfaat bagi Anda.
CVT
CVT adalah bagian yang paling penting mendapat perhatian, Cek Drive Belt apakah masih bagus atau tidak, kalau sudah mulai retak-retak, sebaiknya diganti, rata-rata belt akan mengalami keretakan pada 15000-20000 kilo, tergantung pemakaian. Kemudian cek roller, bila telah aus atau tidak bulat lagi, sebaiknya diganti. Kopling dan pegas kopling, cek apakah bantalan kampas masih tebal atau tidak, kalau sudah menipis sebaiknya diganti, kampas yang tipis dapat menyebabkan slip, akibatnya CVT akan lebih panas, dan tenaga akan berkurang terlebih bila melalui tanjakan.
Rem
Rem depan dan belakang harus dalam keadaan prima, jangan sekali-kali nekat berkendara dengan kondisi rem blong atau kurang baik, karena sangat-sangat berbahaya. Mesin matic memiliki engine break yang sangat kecil, jadi peranan rem (Depan dan belakang) sangat vital.
Saringan Udara dan Karburator
Bersihkan saringan udara, untuk karburator, cukup disemprot menggunakan Carburator Cleaner.
Klep
Atur ulang kerenggangan klep mengacu pada manual masing-masing motor matic. Jangan terlalu renggang dan jangan terlalu rapat.
Oli
Bila oli telah mendekati waktu penggantian, sebaiknya ganti segera oli. Pergunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi.
Pelumasan
Lumai bagian-bagian yang memerlukan pelumasan seperti pangkal tuas rem, standard, footstep, dll. Pergunakan pelumasan yang mengandung silicon seperti (WD 40, AP 75,ahrs multi care)
Aksesoris
Jangan anggap enteng aksesoris keselamatan seperti spion, Lampu Instrumen (lampu besar, sein, rem) harus berfungsi dengan baik....
Safety adalah yang utama, hormati sesama pengguna jalan, santai & jaga selalu kesehatan....
Kami segenap crew afm mulia jaya mengucapkan selamat HARI RAYA IDUL FITRI 1431H minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir & batin...
Pilihan Tromol Kawasaki KLX150S Supermoto
Beda Jumlah Lubang...
Populasi Kawasaki KLX150S makin bejibun, maklum pabrikah hijau ini dengan leluasa bermain sendirian tanpa ada penetrasi dari kompetitor lain. Motor yang banyak beredar di jalan pun tidak hanya tampil standar. Agar lebih nyaman menaklukkan aspal perkotaan, pemiliknya mengubah tampilan KLX150S jadi bergaya supermoto...
Nah, untuk menyulap KLX pekgo jadi besutan aspal alias supermoto, wajib ganti teromol standar. "Ini lantaran teromol asli bawaan motor jumlah lubang jari-jarinya cuma 28. Sedang untuk tampil supermoto wajib ganti pakai pelek lebih lebar ring 17 inci buat ban jalan raya. Di pasaran hanya tersedia pelek dengan lubang jari-jari 36...
Saat ini ada beberapa pilihan teromol alternatif buat dipasang untuk ubahan supermoto. Teromol ini umumnya ditawarkan modifikator yang biasa terima order ngerjain motor penggaruk tanah. Mulai dari teromol buatan lokal, copotan, sampai limbah spesial engine atau SE. Harganya bervariatif menyesuaikan kantong pimilik motor...
Paling simpel pakai copotan dari motor harian yang sudah ada. Pilihannya bisa pakai teromol depan- belakang Ninja 150R. "Alasan pakai teromol Ninja selain satu merek, laher rodanya juga sama, jadi enggak perlu banyak ubahan...
Alhasil as roda bawaan KLX150S juga masih bisa dipasang. Tinggal bikin bushing baru aja biar dudukannya asnya pas dengan teromol baru ini. Namun kekurangannya cuma masalah tampilan. Teromol depan dan belakang dari Ninja R desainnya agak tipis dengan diamater teromol lebih lebar...
Tapi harganya satu set romol milik Ninja 150R memang bersahabat. Untuk teromol belakang plus disc brake dijual Rp 750 ribuan, itu harga part orisinal Kawasaki. Sedang teromol depannya bisa pakai produk produk variasi. Teromol depan ini ditawarkan Rp 400 ribuan lengkap dengan disc brake-nya.
Desain motor jalan raya memang seperti itu, tidak seperti model teromol motor trail yang lebih lebar dan terlihat kokoh...
Beralih ke pilihan teromol buatan lokal. Peranti pengikat jari-jari ini dibuat dari bahan babet yang kemudian dicetak. Kalau dilihat bentuknya, memang sedikit agak kasar. Nah, biar apik mesti dislap dulu ke tukang bubut baru cihuy...
Saat ini baru ada dua model yang ditawarkan. "Mau yang modelnya seperti teromol SE atau desainnya persis seperti teromol standar KLX150," buka afm & lmy motor yang sama-sama menawarkan teromol model ini dengan harga Rp 1 juta sampai Rp 1,2 jutaan...
Namanya barang cetakan dari bahan babet, untuk aplikasi ke motor perlu ada penyesuaian. "Utamanya pada bushing, bibir teromol, dudukan laher dan bikin bushing baru. Kalau tidak dibubut dulu nanti saat dipasang terasa kurang center, Tenang aja,harga tersebut sudah termasuk ongkos bubut kok!
Paling aman dan istimewa tampilannya pakai copotan dari teromol motor SE. Sepasang teromol dari berbagai
merek trail SE ini ditawarkan sekitar Rp 1,7 jutaan sepasangnya. "Harga tersebut sudah termasuk gir dan piringan,"
Untuk aplikasi, ubahannya tidak terlalu banyak yang dibubut. Tinggal bikin bushing bubutan yang ukurannya disesuikan dengan lengan ayun dan sok depan KLX150. Asyiknya as bawaan motor masih bisa dipakai jadi engak repot lagi bikin as baru...
Kelebihan lain, teromol bawaan motor SE juga sudah teruji kekuatannya. Jadi saat dipakai untuk melibas trek yang ekstrem tidak khawatir teromol cacat atau bermasalah.
Ono rego ono rupo... silahken pilih yang cocok...:D
Populasi Kawasaki KLX150S makin bejibun, maklum pabrikah hijau ini dengan leluasa bermain sendirian tanpa ada penetrasi dari kompetitor lain. Motor yang banyak beredar di jalan pun tidak hanya tampil standar. Agar lebih nyaman menaklukkan aspal perkotaan, pemiliknya mengubah tampilan KLX150S jadi bergaya supermoto...
Nah, untuk menyulap KLX pekgo jadi besutan aspal alias supermoto, wajib ganti teromol standar. "Ini lantaran teromol asli bawaan motor jumlah lubang jari-jarinya cuma 28. Sedang untuk tampil supermoto wajib ganti pakai pelek lebih lebar ring 17 inci buat ban jalan raya. Di pasaran hanya tersedia pelek dengan lubang jari-jari 36...
Saat ini ada beberapa pilihan teromol alternatif buat dipasang untuk ubahan supermoto. Teromol ini umumnya ditawarkan modifikator yang biasa terima order ngerjain motor penggaruk tanah. Mulai dari teromol buatan lokal, copotan, sampai limbah spesial engine atau SE. Harganya bervariatif menyesuaikan kantong pimilik motor...
Paling simpel pakai copotan dari motor harian yang sudah ada. Pilihannya bisa pakai teromol depan- belakang Ninja 150R. "Alasan pakai teromol Ninja selain satu merek, laher rodanya juga sama, jadi enggak perlu banyak ubahan...
Alhasil as roda bawaan KLX150S juga masih bisa dipasang. Tinggal bikin bushing baru aja biar dudukannya asnya pas dengan teromol baru ini. Namun kekurangannya cuma masalah tampilan. Teromol depan dan belakang dari Ninja R desainnya agak tipis dengan diamater teromol lebih lebar...
Tapi harganya satu set romol milik Ninja 150R memang bersahabat. Untuk teromol belakang plus disc brake dijual Rp 750 ribuan, itu harga part orisinal Kawasaki. Sedang teromol depannya bisa pakai produk produk variasi. Teromol depan ini ditawarkan Rp 400 ribuan lengkap dengan disc brake-nya.
Desain motor jalan raya memang seperti itu, tidak seperti model teromol motor trail yang lebih lebar dan terlihat kokoh...
Beralih ke pilihan teromol buatan lokal. Peranti pengikat jari-jari ini dibuat dari bahan babet yang kemudian dicetak. Kalau dilihat bentuknya, memang sedikit agak kasar. Nah, biar apik mesti dislap dulu ke tukang bubut baru cihuy...
Saat ini baru ada dua model yang ditawarkan. "Mau yang modelnya seperti teromol SE atau desainnya persis seperti teromol standar KLX150," buka afm & lmy motor yang sama-sama menawarkan teromol model ini dengan harga Rp 1 juta sampai Rp 1,2 jutaan...
Namanya barang cetakan dari bahan babet, untuk aplikasi ke motor perlu ada penyesuaian. "Utamanya pada bushing, bibir teromol, dudukan laher dan bikin bushing baru. Kalau tidak dibubut dulu nanti saat dipasang terasa kurang center, Tenang aja,harga tersebut sudah termasuk ongkos bubut kok!
Paling aman dan istimewa tampilannya pakai copotan dari teromol motor SE. Sepasang teromol dari berbagai
merek trail SE ini ditawarkan sekitar Rp 1,7 jutaan sepasangnya. "Harga tersebut sudah termasuk gir dan piringan,"
Untuk aplikasi, ubahannya tidak terlalu banyak yang dibubut. Tinggal bikin bushing bubutan yang ukurannya disesuikan dengan lengan ayun dan sok depan KLX150. Asyiknya as bawaan motor masih bisa dipakai jadi engak repot lagi bikin as baru...
Kelebihan lain, teromol bawaan motor SE juga sudah teruji kekuatannya. Jadi saat dipakai untuk melibas trek yang ekstrem tidak khawatir teromol cacat atau bermasalah.
Ono rego ono rupo... silahken pilih yang cocok...:D
Motor Baru Honda
PENGGANTI MEGA PRO????
Akhirnya, ketahuan juga calon pengganti Honda Mega Pro. PT Astra Honda Motor (AHM) siap meluncurkan tipe terbaru dengan kode produksi GL15A1RR M/T atau GL15A1D M/T. Tahap awal dibuat 78.000 unit.
Gosip yang beredar selama ini mesin akan diambil dari Thailand dan India. New Mega Pro 150 enggak tahunya memilih engine dari India.
Pastinya bukan cuma mesin yang diambil dari produsen Honda di India. Body-work dan fitur pun benar-benar mencangkok dari Honda CB Unicorn Dazzler. Unicorn Dazzler salah satu varian yang diproduksi Hero Honda, India.
Kalau dilihat dari kode produksi, New Mega Pro 150 akan hadir dalam dua versi, pelek palang dan jari-jari. Versi pelek racing rem belakang menggunakan cakram, sedang varian pelek jari-jari tetap menggunakan tromol. Sipnya lagi kedua tipe New Mega Pro 150 ini sudah bersuspensi monosok.
AHM juga akan menghadirkan New Revo AT atau bebek matik alias betik 110 cc dengan teknologi injeksi. Kabar paling cihuy, dalam waktu dekat ini juga akan segera dilaunching AHM.
Siap-siap!
Akhirnya, ketahuan juga calon pengganti Honda Mega Pro. PT Astra Honda Motor (AHM) siap meluncurkan tipe terbaru dengan kode produksi GL15A1RR M/T atau GL15A1D M/T. Tahap awal dibuat 78.000 unit.
Gosip yang beredar selama ini mesin akan diambil dari Thailand dan India. New Mega Pro 150 enggak tahunya memilih engine dari India.
Pastinya bukan cuma mesin yang diambil dari produsen Honda di India. Body-work dan fitur pun benar-benar mencangkok dari Honda CB Unicorn Dazzler. Unicorn Dazzler salah satu varian yang diproduksi Hero Honda, India.
Kalau dilihat dari kode produksi, New Mega Pro 150 akan hadir dalam dua versi, pelek palang dan jari-jari. Versi pelek racing rem belakang menggunakan cakram, sedang varian pelek jari-jari tetap menggunakan tromol. Sipnya lagi kedua tipe New Mega Pro 150 ini sudah bersuspensi monosok.
AHM juga akan menghadirkan New Revo AT atau bebek matik alias betik 110 cc dengan teknologi injeksi. Kabar paling cihuy, dalam waktu dekat ini juga akan segera dilaunching AHM.
Siap-siap!
SERIAL BUKU KOREK SKUBEK
BELAJAR DARI DASAR
Banyak permintaan agar tulisan serial Merancang Mesin Balap Skubek di tabloid MOTOR Plus dijadikan buku. Supaya mudah dibaca ketika ngorek dan bisa dikoleksi.
Usulan itu misalnya datang dari Dodo, bos CLD. Saran lain datang juga dari Gatot Subagio, mantan divisi racing Yamaha Indonesia yang kini mengelola bengkel resmi Yamaha di Bekasi.
Menurut Dodo, isinya belajar dari dasar. Bisa dijadikan sebagai literatur atau panduan ketika ngorek. Juga bisa dijadikan sebagai pelengkap koleksinya selain buku dari luar yang berbahasa Inggris.
“Buku ini berbeda dengan buku terbitan luar negeri. Bahasanya sudah Indonesia, jadi tidak salah memahami pengertiannya,” jelas Gatot Subagio.
Sambutan hangat datang juga dari Tomy Huang bos BRT. “Mekanik lokal perlu buku panduan. Buku korek skubek sangat penting bagi mereka agar tidak salah arah dan buang uang,” jelas bapak yang borong pasang iklan di buku ini.
Namun masih ada usulan lain. “Harusnya sampai membahas oli racing khusus matik juga,” saran Bono Kartiko dari Federal Oil yang sepertinya sebatas usulan atau doang! Makanya, usulan beliau ditampung aja.
Untuk sementara, memang baru membahas porting kepala silinder. Sebab kunci tenaga mesin 4-tak 80% memang ada di head. “Buku dibanderol Rp 30 ribu ini bisa ditebus di semua toko buku Gramedia,” jelas Topo Goedoel Atmojo yang sudah membelinya....
Banyak permintaan agar tulisan serial Merancang Mesin Balap Skubek di tabloid MOTOR Plus dijadikan buku. Supaya mudah dibaca ketika ngorek dan bisa dikoleksi.
Usulan itu misalnya datang dari Dodo, bos CLD. Saran lain datang juga dari Gatot Subagio, mantan divisi racing Yamaha Indonesia yang kini mengelola bengkel resmi Yamaha di Bekasi.
Menurut Dodo, isinya belajar dari dasar. Bisa dijadikan sebagai literatur atau panduan ketika ngorek. Juga bisa dijadikan sebagai pelengkap koleksinya selain buku dari luar yang berbahasa Inggris.
“Buku ini berbeda dengan buku terbitan luar negeri. Bahasanya sudah Indonesia, jadi tidak salah memahami pengertiannya,” jelas Gatot Subagio.
Sambutan hangat datang juga dari Tomy Huang bos BRT. “Mekanik lokal perlu buku panduan. Buku korek skubek sangat penting bagi mereka agar tidak salah arah dan buang uang,” jelas bapak yang borong pasang iklan di buku ini.
Namun masih ada usulan lain. “Harusnya sampai membahas oli racing khusus matik juga,” saran Bono Kartiko dari Federal Oil yang sepertinya sebatas usulan atau doang! Makanya, usulan beliau ditampung aja.
Untuk sementara, memang baru membahas porting kepala silinder. Sebab kunci tenaga mesin 4-tak 80% memang ada di head. “Buku dibanderol Rp 30 ribu ini bisa ditebus di semua toko buku Gramedia,” jelas Topo Goedoel Atmojo yang sudah membelinya....
Aplikasi 4 Part, Bikin Power BeAT Naik 3,37 DK
Soal performa, skutik-skutik Honda banyak diacungi jempol, salah satunya BeAT 110. “Awal gas dipelintir, akselerasinya cepat. Lebih responsif dibanding matik lain. Ditambah lagi konsumsi BBM-nya irit,” aku Radiet warga trembulrejo, ngawen Blora, yang sudah 2 tahun menebus BeAT.
Meski demikian, banyak pembesut BeAT yang masih ingin lebih dari sekadar power standar. Ujungnya, sederet part racing pendongkrak tenaga dan akselerasi ditebus guna mengatasi hal tersebut....
Meski demikian, banyak pembesut BeAT yang masih ingin lebih dari sekadar power standar. Ujungnya, sederet part racing pendongkrak tenaga dan akselerasi ditebus guna mengatasi hal tersebut....
Nah, beberapa ramuan yang sering diaplikasi, tanpa harus rombak mesin antara lain; mengganti knalpot standar dengan jenis freeflow, menukar karbu orisinal dengan model skep langsung ditarik kabel gas, pemakaian CDI unlimiter dan mengaplikasi noken as racing. “Keempat peranti itu sudah bikin tambah ngacir. Apalagi kalau cuma untuk harian, sudah cukup,”
Lalu, untuk membuktikannya,Afm kasih ramuan yang biasa diaplikasi pada matik konsumennya. Kali ini diterapkan pada Honda BeAT milik Radiet yang kebetulan pengin meningkatkan performa tunggangannya...
Noken as Kawahara durasi 260o, cukuplah | Campuran bahan bakar dan udara tepat berkat karburator PE 24 |
Seperti biasa, di sektor penerus gas buang, yakni knalpot Kawahara K-1 yang dibanderol Rp 700 ribu. “Ini khusus untuk mesin standar, tapi kalau mesinnya sudah dibore-up pake Kawahara K-2,”
Knalpot Kawahara K1, khusus mesin standar |
Lalu otak pengapian mengaplikasi CDI BRT F-Tech yang di pasaran bisa ditebus Rp 670 ribu. “Buat motor harian, CDI ini sudah pas. Tapi kalau untuk turun di ajang balap, saya biasa pakai BRT I-Max Super Pro. Harganya juga lebih mahal,”
Kemudian, agar suplai bensin di ruang bakar lebih optimal, aplikasi karburator Keihin Venturi 24 dengan paduan spuyer 38/108 seharga Rp 450 ribu. “Pakai karbu ini, filter udara tetap bisa dipasang. Jadi tak usah khawatir karburator cepat kotor,”
Terakhir, guna mengejar buka tutup klep lebih cepat, noken as standar dipensiunkan dini yang kemudian diganti produk Kawahara, durasi 260º yang bisa diboyong dengan dana Rp 400 ribu...
Untuk mengukur peningkatan power dan torsinya,pake dynojet...
Hasilnya, monggo lihat tabel...
Tabel hasil dyno | ||
Part | Power | Torsi |
Standar | 6,99 dk / 7.800 rpm | 7,54 Nm / 6.200 rpm |
Paket racing | 10,36 dk / 9.400 rpm | 8,45 Nm / 8.500 rpm |
AFM Racing | 082133140100 |
Pembuktian Sentrifugal dan Per CVT High Performance
Demi meningkatkan akselerasi (tanpa bore-up) dan menghilangkan vibrasi saat tarikan awal bisa pakai kampas setrifugal racing dan per CVT yang bekerja pada 1.500 atau 2.000 rpm.
"Kata temenku sih gitu! Bener gak sih?” tanya Rico karmen, pemilik Honda Vario asal desa tetangga...:D
Selain itu tapak kampasnya lebih panjang dari standar, sehingga bidang yang digigit lebih banyak (gbr.2). Untuk pemasangan peranti dijual Rp 300 ribu ini di Vario atau CBS Techno bisa langsung plek alias plug and play. "Bisa buat keperluan balap atau harian," termasuk per CVT dengan spesifikasi 1.500 rpm...
Sebagai bahan praktik, kami pakai Vario CBS Techno 2009 milik Indra , Parameter pengujian diukur perubahan akselerasi yang dihasilkan pakai Race Logic (gbr.3). Tentu sebagai pembandingnya adalah akselerasi standar.
Hasil Pengetesan
Dari laporan tester sahabat Mr. Testo yang berbobot 46 kg dan tinggi 169 cm yang ditugasi sebagai jokinya, saat kondisi motor masih standar, "Bukaan atau akselerasi awal CBS Techno milik Indra ini terasa agak berat. Top speed juga cuma 100 km/jam," ujar tester yang menguji selama beberapa kali run...
Tapi setelah pakai kopling ganda dan per CVT CLD, hasil lumayan mengejutkan. Bila kondisi standar untuk mencapai kecepatan 0-60 km ditempuh dalam waktu 7,0 detik, maka setelah diganti produk CLD, bisa dipangkas jadi 6,3 detik. Sementara untuk menempuh jarak 0 - 201 meter, standarnya butuh waktu 13,8 detik, maka setelah pakai setrifugal dan per CVT, CLD jadi 13,4 detik.
"Entakan awal terasa lebih ‘nendang' (maksudnya cepat). Namun di tarikan tengah sampai atas kurang dan agak ‘ngayun' alias lama buat mencapai top speednya. Memang sih gejala selip tak terasa sama sekali,"
"Kata temenku sih gitu! Bener gak sih?” tanya Rico karmen, pemilik Honda Vario asal desa tetangga...:D
Gbr 1 |
Nah, mending kita buktikan. Produk yang dipakai berlabel CLD (gbr.1). "Bahan kampasnya mengandung serat sinter yang kemampuan cengkramnya lebih sip. Sehingga bisa meminimkan efek vibrasi dan bikin akselerasi lebih cepat tanpa selip,"
Selain itu tapak kampasnya lebih panjang dari standar, sehingga bidang yang digigit lebih banyak (gbr.2). Untuk pemasangan peranti dijual Rp 300 ribu ini di Vario atau CBS Techno bisa langsung plek alias plug and play. "Bisa buat keperluan balap atau harian," termasuk per CVT dengan spesifikasi 1.500 rpm...
Sebagai bahan praktik, kami pakai Vario CBS Techno 2009 milik Indra , Parameter pengujian diukur perubahan akselerasi yang dihasilkan pakai Race Logic (gbr.3). Tentu sebagai pembandingnya adalah akselerasi standar.
Hasil Pengetesan
Dari laporan tester sahabat Mr. Testo yang berbobot 46 kg dan tinggi 169 cm yang ditugasi sebagai jokinya, saat kondisi motor masih standar, "Bukaan atau akselerasi awal CBS Techno milik Indra ini terasa agak berat. Top speed juga cuma 100 km/jam," ujar tester yang menguji selama beberapa kali run...
Tapi setelah pakai kopling ganda dan per CVT CLD, hasil lumayan mengejutkan. Bila kondisi standar untuk mencapai kecepatan 0-60 km ditempuh dalam waktu 7,0 detik, maka setelah diganti produk CLD, bisa dipangkas jadi 6,3 detik. Sementara untuk menempuh jarak 0 - 201 meter, standarnya butuh waktu 13,8 detik, maka setelah pakai setrifugal dan per CVT, CLD jadi 13,4 detik.
"Entakan awal terasa lebih ‘nendang' (maksudnya cepat). Namun di tarikan tengah sampai atas kurang dan agak ‘ngayun' alias lama buat mencapai top speednya. Memang sih gejala selip tak terasa sama sekali,"
Makanya ketika pengukuran akselerasi mengambil jarak yang agak panjang, yakni 0-402 meter, terlihat catatan waktunya sedikit lebih lambat waktu pakai sentrifugal dan per CVT aftermarket (lihat Tabel Data Akselerasi).
Gbr 2 | Gbr 3 |
Kesimpulan
Dua peranti itu bisa meningkatkan akselerasi dan kurangi gejala selip. Tapi itu tergantung produk yang dipakai juga.
Konsekuensi lain, jika mesin masih standar abis, bakal mengorbankan akselerasi motor di putaran menengah ke atas. Terutama untuk pemakaian per CVT berspesifikasi 1.500 rpm.
Karena umumnya per tersebut punya tingkat ketegangan lebih tinggi dari standar. Sehingga bukaan puli skunder jadi agak lambat lantaran per CVT-nya agak keras. Kecuali jika power dan torsi dapur pacu sudah ditingkatkan lebih dulu. Bisa dengan mengaplikasi kem berdurasi tinggi, karburator jenis velocity monoblock (skep langsung), CDI racing, knalpot free flow dan lainnya...
Dua peranti itu bisa meningkatkan akselerasi dan kurangi gejala selip. Tapi itu tergantung produk yang dipakai juga.
Konsekuensi lain, jika mesin masih standar abis, bakal mengorbankan akselerasi motor di putaran menengah ke atas. Terutama untuk pemakaian per CVT berspesifikasi 1.500 rpm.
Karena umumnya per tersebut punya tingkat ketegangan lebih tinggi dari standar. Sehingga bukaan puli skunder jadi agak lambat lantaran per CVT-nya agak keras. Kecuali jika power dan torsi dapur pacu sudah ditingkatkan lebih dulu. Bisa dengan mengaplikasi kem berdurasi tinggi, karburator jenis velocity monoblock (skep langsung), CDI racing, knalpot free flow dan lainnya...
Tabel hasil dyno | ||
Jarak | Standar | Sentrifugal + per cvt CLD |
0-60 km/jam | 7,0 detik | 06,3 detik |
0-201 meter | 13,8 detik | 13,4 detik |
0-402 meter | 22,4 detik | 22,5detik |
AFM Racing | 082133140100 |
Parts Alternatif Skutik Honda, Banyak Yang Cocok, Kok!
Yakin, sebagai skutiker, termasuk pemilik produk Honda pasti pernah kesulitan mencari part pengganti atau pendukung buat besutan kesayangan. Bisa emang stoknya enggak ada, kosong atau habis atau malah harganya yang selangit. ...
Pusing? Enggak perlulah! Cari solusi dengan metode comot komponen alternatif yang pastinya cucok, eh cocok sama milik skutik Anda. Di Honda Vario, Vario CBS dan BeAT bisa terapkan trik itu. “Bisa dari satu merek, atau dari produk motor lain!
Nih, beberapa di antaranya!
Kampas Rem Belakang
Karena engine brakenya minim, fungsi rem sangat penting. Terutama buat yang belakang, kalo sudah mulai tipis segera diganti. Karena kalo didiemin bisa bahaya. Mau cari pengganti buat Vario dan BeAT?
“Bisa pakai punya Honda Mega Pro atau Tiger seharga Rp 33.500. Kalo kampas depan harus pakai yang asli, karena posisi rem ada di sebelah kiri dan berbeda dengan yang lain,” peranti itu juga bikin fungsi rem tetap pakem jonn...
Spuyer
Biasanya berhubungan sama aktivitas upgrade performa, pasti butuh penyesuai spuyer. “Biasanya naikin atau nurunin main jet (MJ) atau pilot jet (PJ) (gbr.4) sampai 1-2 step,”
Susah cari peranti itu? Gampang! Triknya, MJ Vario dan BeAT bisa aplikasi dari Suzuki Satria FU atau Honda Tiger dengan ukurannya yang disesuaikan permintaan mesin. Soal harga gak perlu panik, satu buahnya sekitar Rp 25 ribuan.
Untuk PJ Vario dan BeAT, agar bisa dapat ukuran yang diinginkan, pakai bawaan Honda Karisma atau Suzuki Shogun 110. “Dilihat dari bentuknya, sama persis bawaan BeAT,”
Daftar Harga
Kampas Ganda: Yamaha Mio, Rp 70 ribu / set
Puli assy / rumah V-belt: Yamaha mio Rp 175 ribu / set
Kampas rem belakang: Honda megapro Rp 36 ribu / Honda tiger Rp 33.500
Supey: Mj dan Pj: +- Rp 35 ribuan
*harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan
Pusing? Enggak perlulah! Cari solusi dengan metode comot komponen alternatif yang pastinya cucok, eh cocok sama milik skutik Anda. Di Honda Vario, Vario CBS dan BeAT bisa terapkan trik itu. “Bisa dari satu merek, atau dari produk motor lain!
Nih, beberapa di antaranya!
Gbr 1 | Gbr 2 |
Per & Kampas Kopling
Indikasi jika part ini mulai minta ganti baru, tarikan tunggangan mulai payah. Larinya tak sesuai sama putaran mesin yang tinggi, sering selip dan mesin berisik (gbr.1). Penggantinya, bisa comot dari produk Yamaha.
Contoh buat BeAT bisa pake kampas ganda Mio yang harganya dibanderol sekitar Rp 70.000/set. “Buat Vario dan CBS Techno, pakai satu set milik Yamaha Xeon. Kalo harga belum tahu, karena baru coba-coba dan ternyata klop....
Per-nya (gbr.2), BeAT juga masih sama (Mio). “Komponen itu harus beli bareng assy, harganya Rp 232 ribuan, karena part Mio tak dijual satuan”
Indikasi jika part ini mulai minta ganti baru, tarikan tunggangan mulai payah. Larinya tak sesuai sama putaran mesin yang tinggi, sering selip dan mesin berisik (gbr.1). Penggantinya, bisa comot dari produk Yamaha.
Contoh buat BeAT bisa pake kampas ganda Mio yang harganya dibanderol sekitar Rp 70.000/set. “Buat Vario dan CBS Techno, pakai satu set milik Yamaha Xeon. Kalo harga belum tahu, karena baru coba-coba dan ternyata klop....
Per-nya (gbr.2), BeAT juga masih sama (Mio). “Komponen itu harus beli bareng assy, harganya Rp 232 ribuan, karena part Mio tak dijual satuan”
Sementara buat Vario dan CBS Techno bisa andalkan milik Kymco...
Gbr 3 | Gbr 4 |
Karena engine brakenya minim, fungsi rem sangat penting. Terutama buat yang belakang, kalo sudah mulai tipis segera diganti. Karena kalo didiemin bisa bahaya. Mau cari pengganti buat Vario dan BeAT?
“Bisa pakai punya Honda Mega Pro atau Tiger seharga Rp 33.500. Kalo kampas depan harus pakai yang asli, karena posisi rem ada di sebelah kiri dan berbeda dengan yang lain,” peranti itu juga bikin fungsi rem tetap pakem jonn...
Spuyer
Biasanya berhubungan sama aktivitas upgrade performa, pasti butuh penyesuai spuyer. “Biasanya naikin atau nurunin main jet (MJ) atau pilot jet (PJ) (gbr.4) sampai 1-2 step,”
Susah cari peranti itu? Gampang! Triknya, MJ Vario dan BeAT bisa aplikasi dari Suzuki Satria FU atau Honda Tiger dengan ukurannya yang disesuaikan permintaan mesin. Soal harga gak perlu panik, satu buahnya sekitar Rp 25 ribuan.
Untuk PJ Vario dan BeAT, agar bisa dapat ukuran yang diinginkan, pakai bawaan Honda Karisma atau Suzuki Shogun 110. “Dilihat dari bentuknya, sama persis bawaan BeAT,”
Daftar Harga
Kampas Ganda: Yamaha Mio, Rp 70 ribu / set
Puli assy / rumah V-belt: Yamaha mio Rp 175 ribu / set
Kampas rem belakang: Honda megapro Rp 36 ribu / Honda tiger Rp 33.500
Supey: Mj dan Pj: +- Rp 35 ribuan
*harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan
In Memoriam Daijiro Kato #74
Gugur Sebagai Legenda MotoGP
December 9, 2009
Bertarung hingga desah nafas terakhir. Itulah sebuah ilustrasi bagaimana tegarnya seorang ksatria berlaga meski harus mengorbankan nyawanya demi sebuah kejayaan. Seorang pembalap Jepang bernama Daijiro Kato, telah menyajikan sebuah drama memilukan hati kepada dunia, betapa totalitasnya bertarung harus berakhir setelah ajal menjemputnya di lintasan balap. Pada musim balap GP 2003, dunia dipaksa menyaksikan seorang pembalap berbakat dan calon juara dunia harus tergeletak dengan motornya yang hancur berkeping-keping....
Daijiro Kato lahir di Saitama pada 4 Juli 1976. Awal karir balapnya dimulai sejak ia berumur 3 tahun. Pada tahun 1979, itu ia telah berlatih mengendarai motor pocket bike dan di usia 5 tahun ia telah mengikuti kejuaraan balap pocket bike bahkan sering menjadi juara. Saat usia 11 tahun ia mulai berlomba dengan mengendarai motor minibike, dan berhasil menjuarai semua kelas yang dilombakan di daerahnya....
Tahun 1998, ia turun di GP 250 cc di GP Jepang sebagai pembalap wild card, dan berhasil menjuarainya. Pada tahun 2000 ia mengikuti GP 250 cc secara penuh dengan bergabung dalam tim Axo Honda Gresini. Hasilnya, ia berhasil menduduki peringkat 3 dunia dikelas tersebut dengan 259 poin dan 4 kali juara seri yaitu di sirkuit Suzuka (Jepang), sirkuit Estoril (Portugal), sirkuit Nelson Piquet (Brasil), dan sirkuit Motegi (Jepang).
Pada tahun 2001, dengan bergabung dengan tim Telefonica Movistar Honda dan mengendarai Honda NSR 250 pembalap bernomor 74 ini, meraih gelar juara dunia GP 250 cc. Ia meraih 11 kemenangan dari 16 seri yang dilombakan dan merebut 322 poin. Tahun 2002 ia pindah ke kelas MotoGP, bergabung dengan tim Fortuna Honda Gresini dan mengendarai Honda NSR 500 ia mampu menyaingi pembalap pabrikan Honda dan pabrikan lainnya yang menggunakan motor 4 tak 990 cc. Di pertengahan musim ia mendapat jatah Honda RC211V 4 tak 990 cc, dan langsung meraih posisi kedua di sirkuit Brno GP Ceko.
Musim 2003 ia membalap dalam tim yang sama dengan sponsor baru Telefonica Movistar dan turun penuh dengan RC211V. Sayang pembalap yang menjadi harapan Jepang untuk menjadi juara dunia pertama asal Jepang ini, tewas setelah mengalami kecelakaan dahsyat yang terjadi pada seri pertama MotoGP 2003 baru berjalan...
Tragis, ia tewas setelah motor RC211V yang dikendarainya menabrak dinding pembatas lintasan dan hancur berkeping-keping di depan fansnya sendiri, di lap keempat GP Jepang pada tanggal 6 April 2003. Ia sempat bertahan hidup dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dengan menggunakan helikopter...
Berita kematian juara dunia GP 250 cc tahun 2001 ini merebak pada tanggal 20 April 2003, dua minggu setelah GP Jepang. Ia meninggalkan istri, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang lahir beberapa waktu sebelum kecelakaan naas itu terjadi. Seorang legenda telah gugur dengan nama besar....
SAYONARA KATO SAN #74,kami disini akan slalu mengenangmu....^_^))
December 9, 2009
Bertarung hingga desah nafas terakhir. Itulah sebuah ilustrasi bagaimana tegarnya seorang ksatria berlaga meski harus mengorbankan nyawanya demi sebuah kejayaan. Seorang pembalap Jepang bernama Daijiro Kato, telah menyajikan sebuah drama memilukan hati kepada dunia, betapa totalitasnya bertarung harus berakhir setelah ajal menjemputnya di lintasan balap. Pada musim balap GP 2003, dunia dipaksa menyaksikan seorang pembalap berbakat dan calon juara dunia harus tergeletak dengan motornya yang hancur berkeping-keping....
Daijiro Kato lahir di Saitama pada 4 Juli 1976. Awal karir balapnya dimulai sejak ia berumur 3 tahun. Pada tahun 1979, itu ia telah berlatih mengendarai motor pocket bike dan di usia 5 tahun ia telah mengikuti kejuaraan balap pocket bike bahkan sering menjadi juara. Saat usia 11 tahun ia mulai berlomba dengan mengendarai motor minibike, dan berhasil menjuarai semua kelas yang dilombakan di daerahnya....
Tahun 1998, ia turun di GP 250 cc di GP Jepang sebagai pembalap wild card, dan berhasil menjuarainya. Pada tahun 2000 ia mengikuti GP 250 cc secara penuh dengan bergabung dalam tim Axo Honda Gresini. Hasilnya, ia berhasil menduduki peringkat 3 dunia dikelas tersebut dengan 259 poin dan 4 kali juara seri yaitu di sirkuit Suzuka (Jepang), sirkuit Estoril (Portugal), sirkuit Nelson Piquet (Brasil), dan sirkuit Motegi (Jepang).
Pada tahun 2001, dengan bergabung dengan tim Telefonica Movistar Honda dan mengendarai Honda NSR 250 pembalap bernomor 74 ini, meraih gelar juara dunia GP 250 cc. Ia meraih 11 kemenangan dari 16 seri yang dilombakan dan merebut 322 poin. Tahun 2002 ia pindah ke kelas MotoGP, bergabung dengan tim Fortuna Honda Gresini dan mengendarai Honda NSR 500 ia mampu menyaingi pembalap pabrikan Honda dan pabrikan lainnya yang menggunakan motor 4 tak 990 cc. Di pertengahan musim ia mendapat jatah Honda RC211V 4 tak 990 cc, dan langsung meraih posisi kedua di sirkuit Brno GP Ceko.
Musim 2003 ia membalap dalam tim yang sama dengan sponsor baru Telefonica Movistar dan turun penuh dengan RC211V. Sayang pembalap yang menjadi harapan Jepang untuk menjadi juara dunia pertama asal Jepang ini, tewas setelah mengalami kecelakaan dahsyat yang terjadi pada seri pertama MotoGP 2003 baru berjalan...
Tragis, ia tewas setelah motor RC211V yang dikendarainya menabrak dinding pembatas lintasan dan hancur berkeping-keping di depan fansnya sendiri, di lap keempat GP Jepang pada tanggal 6 April 2003. Ia sempat bertahan hidup dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dengan menggunakan helikopter...
Berita kematian juara dunia GP 250 cc tahun 2001 ini merebak pada tanggal 20 April 2003, dua minggu setelah GP Jepang. Ia meninggalkan istri, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang lahir beberapa waktu sebelum kecelakaan naas itu terjadi. Seorang legenda telah gugur dengan nama besar....
SAYONARA KATO SAN #74,kami disini akan slalu mengenangmu....^_^))
Tematis Skutik Kencang part #6
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hal yang kerap dianggap sepele tapi punya peran penting pada skutik balap; weight reduction (WR). Kenapa? Sebab memangkas bobot kendaraan jelas dapat mempengaruhi efesiensi power mesin yang dihasilkan. Tentunya WR dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti melepas bagian tidak penting kayak panel indikator, headlamp, stoplamp sampai mengganti suatu komponen yang lebih ringan seperti kerap dilakukan mekanik drag skutik. Kalau di skutik road race, WR gak sepenting di skutik drag. Paling pol mencopot beberapa komponen gak terpakai. Karena terbentur regulasi dan menyangkut langsung durabilitas selama kurang lebih 20 lap di lintasan... Lain cerita kalau buat drag-bike! WR jadi prioritas kedua setelah power mesin. Namun begitu tetap tak boleh sembarangan main potong, “Kalau weight to ratio-nya gak sebanding, yang ada motor teriak doang! Maksudnya, bobot motor itu tetap diperlukan agar mendapat torsi yang dimau. Lagi pula prinsip WR ialah mencari korelasi yang ideal antara berat motor dengan power mesin. Bukan mencari bobot seringan-ringannya!
Nah soal kurang bobot, ada banyak cara. Salah satunya dimulai dari bagian sasis. Pastinya ekor sasis gak haram untuk dipenggal. Tapi jangan terlalu banyak karena bisa jadi malah bikin sasis ringkih.
Sedang bagian lain yang gak haram dilakukan, melubangi bagian cover CVT atau teromol pelek. Nah kalau yang ini harus tahu konsekuensinya. “Yang pasti jangan sampai kemasukan air karena bisa merusak kinerja part itu... Namun ada juga part yang harus dibuat sendiri, seperti bagian tangki BBM. Bisa diganti ukuran dan bobot yang lebih ringan seperti dari bahan plastik atau pelat tipis, asalkan gak mudah robek dan diletakkan di posisi yang aman seperti di bawah sadel. Masih kurang ringan, kalau gitu bisa aplikasi part-part aftermarket khusus drag. Kalau dulu agak sulit mendapat produknya, sekarang sudah banyak bertebaran peranti enteng for drag only! (lihat tabel) Mulai dari teromol, pelek sampai sasis berbahan titanium, sekarang sudah mudah didapat. Salah satunya buatan TDR yang hanya berbobot 1,7 kg. Selain itu ada juga pelek ukuran mungil yakni 1,20 yang memiliki bobot hanya 2,3 kg. Eh itu sudah termasuk teromol dan jari-jarinya loh.
|
Langganan:
Postingan (Atom)